THE BLOODY BOOKS FROM THE HELL SERIES [2]


The Bloody Books from The Hell [part 2]

Tittle : The Bloody Books from The Hell
Author : Park Seara
Genre : School life, fantasy, horror, mystery, vampire, romance, happy ending
Rated : NC 17
Cast: Xi Luhan EXO-M, Oh Sehun EXO-K, Cho Kyuhyun SUJU , Kim yong hee , Park jung mi
Length : Chaptered

Wah wah !  gimana prolog dan part 1 nya responnya lumayan tapi, kurang HOTTEST deh RCL nya mana nih membsdeul dan readersdeul yang kyeopta kajja like prolog dan part 1 nya ^O^ oke daripade banyak* cingcong* #ntarkencingdidedepanbencong eh #mulaiauthor oke cekidot I HOPE YOU LIKE IT READERSDEUL AND MEMBSDEUL taklupa RCL ne

Happy reading 

**
Author pov
Kebahagiaan yang terpancar dari seorang namja berambut merah darah dengan senyuman manis yang mengembang dibibir tipisnya yang takkunjunghilang meskidia menutup mata dan ketakutan yang dialami yeoja akan halmengerikan yang terjadipadanya berulang kali sampai membuatnya setres dan frustasi berkepanjangan, sampai-sampai salah satu diantara mereka taktau kalau ada bahaya besar yang tengah berkelebatan diantara merka berdua.
Author pov end
Luhan pov
Aku benar-benar senang atau mungkin terlalu bahagia akan hal yang terjadi sekilas tadi dalam mimpiku sampa membawaku menemukan Moira-ku. Dia sangat yeoppo meski terlihat lusuh dan berantakan. Tapi, apa yang sebenarnya dialami yeoja itu ?. ah, maksudku yeojaku. Yah, benar dia adalah yeojaku karena tadi aku sudah memberikan ciuman pertamaku padanya. #WHATFIRSTKISS#ANDDWEE#udethorjanganmulai *okelanjut* #nangisdarah
“Apa karena dia bermimpi tentangku?, batinku tersenyum simpul”. Tapi,tunggu dulu ada yang berbeda darinya. Tapi, apa?#tanyaautjormanatau #sewot
“aigo..!, pekikku kaget dan terlonjak bangun dari tidurku dan beranjak untuk berdiri”. “Dia sangat berbeda dari yeoja dimimpi tapi, itu tidak mungkin, elakku dalam hati”. Aku masih bertarung dengan pertanyaan dan pendapatku, apa yang berbeda dari yeoja dimimpi dan kutemui tadi. Tapi, jika dia bukan yeoja dalam mimpiku mana mungkin aku bisa menemukannya. Sampai aku merasa lelah berpikir keras dan berteriak keras “Aaarrrgghhh..!!,tiakku frustasi”. Aku benar-benar pusing dan gila hanya karena masalah menghapus kutukan dan Moira ini. Sudahlah, lebih baik aku berjalan-jalan dimalamhari untuk menghilangkan penat. Dan kurasa aku sedikit haus. Aku ingin darah tapi, bukan darah hewan tapi,darah manusia. “OMO ! jangan-jangan sekarang bulan purnama ?, ucapku kaget dan melesat ke jendela kamarku yang terbuka untuk membenarkan apa yang aku pikirkan. Benar saja, aku melihat lingkaran indah bercahaya dan tak ada kerlap-kerlip kecil yang biasanya selalu menemani dan menghiasi gumpalan gelap malam ini. Tunggu, aku merasa ada yang tidak beres dengan ini semua. Rentetan- rentetan kejadian yang ku alami mulai ku sambung dan ku cerna mendalam. Dari mimpi, bertemu Moira, rasa haus akan darah manusia, bulan purnama, tak ada bintang,langit yang terasa sangat kelam dan… astaga yang benar saja instingku akan sesuatu benar-benar tidak berfungsi. Apa yang sebenarnya terjadi?. Tidak biasanya aku tak dapat membaca suasana, sikon dan aura makhluk disekitarku. Seakan instingku tak bekerja karena ada hal yang menghalangi instingku. Aku benar-benar tak habis pikir jadinya akan hal yang ku alami dan harus kupikirkan ini?. Apa yang harus kulakukan untuk memecahkan hal yang tersembunyi akan apa yang telah terjadi padaku sekarang, nanti dan esok?.
Luhan pov end
**
Author pov
Luhan benar-benar pusing dibuatnya akan apa yang terjadi padanya. Banyak rentetan demi rentetan kejadian hari ini yang tak biasa terjadi padanya. Dilain sisi, sosok misterius itu tersenyum sinis seolah dia tau apa yang terjadi. Bagaikan udara yang tembus pandang dan angin yang berhembus kencang pergerakkannya tak dapat diketahui luhan. Melainkan, mengobrak-abrik sisi pertahanan luhan dengan sangat kuat. Yah,benar sekali sosok misterius ini mengecoh insting dan menghancurkannya tanpa diketahui luhan. Bukankah dia sangat hebat?. Sosok misterius ini masih belum menampakkan dirinya. Tapi kenapa? Dan apa yang akan dilakukan olehnya? Atau mungkin dia sedang menunggu ?menunggu saat tiba waktunya?. Benar-benar misterius.
Author pov end
Kim Yong Hee pov end
Setitik cahaya menerobos melalui celah-celah jendela kamarku. Aku masih sangat lelah akan apa yang terjadi padaku akhir-akhir ini. Jam beker berbentuk love warna pink milikku sudah berdering ribuan kali. Aku masih enggan untuk membuka mataku tapi, aku harus bangun karena hari liburku selama musim panas ini telah berakhir. Mau tak mau aku membuka mataku cepat seraya menguap. Kututup mulutku sebentar karena menguap tadi. Aku beranjak dari tidurku dan bangun menuju kamar mandi untuk membersihkan badan kumelku dan berangkat ke sekolah. Aku mandi hanya 5menit saja karena aku sudah hamper terlambat. “Jika sampai terlambat maka, tamatlah riwayatku diomeli songsaengnimgalak itu. Eeerrr..jangan sampai,pikirku dalam hati sambil menggeleng kan kepalaku kekanan dan kekiri”. Dengan cepat kuhapus pikiran bodohku dan mulai berbegas memakai seragam dan mengambil tas yang dipenuhi buku tebal. Satu tas punggung betengger di dua sisibahuku dan satunya lagi tas jinjing yang kupegang di tangan kiriku. Tak ada waktu untuk sarapan dan menunggu bis. “aigo, bis? Aku sudah ketinggalan bis, gumamku sambil menepuk jidatku kasar”. “aiishh.. appo, pekikku kesakitan”. “pabboya, sentakku pada diriku sendiri”. Akupun berlari sekencang mungkin melewati jalan dan orang-orang didepanku. Tak ada jalan lain,aku harus bergegas dan memilih jalan pintas dilorong-lorong kecil pemukiman warga ini. Saat aku hampir keluar dari lorong ini, seperti ada yang mengawasiku. Maka aku menghentikan langkahku dan menoleh kebelakang. Saat kutoleh tak ada apa-apa. Maka kuputuskan untuk melanjutkan perjalananku disekolah. Taklama aku sampai digerbang sekolah yang hamper tertutup untung saja, aku bisa menyusup masuk karena badanku yang ramping ini. Aku berjalan terengah-engah menuju kelas. Sampai dikelas aku menghapus keringatku kasar dan “Kkrriinngg…!!,bel masuk berbunyi”. Siswa yang ada diberbagai penjuru arah di sekolah langsung berhamburan masuk kekelas masing-masing. Semua siawa telah duduk manis dibangku masing-masing saat songsaengnim masuk. Dan pelajaranpun dimulai sampai akhirnya istirahat. Aku pergi kekantin sebentar untuk makan siang dan setelah selesai, berjalan menuju kelas. Tapi saat aku menoleh ke kanan aku seperti melihat lorong. “mwo ? lorong,ucapku dalam hati”. Apa aku bermimpi lagi atau hanya halusinasiku saja. Kucoba menghela napas pelan seraya memejamkan mata sebentar dan saat aku menoleh lorong itu tidak ada. Seakan hilang atau bahkan mungkin tak pernah ada. Aku yang kagetpun sedikit mundur menggeser kakiku. Saat aku berbalik menghadap depan kulihat sosok seram dalam mimpiku hadir dalam kenyataanku disekolah. “sekolah ? jinjayo ? bukankankah ini masih siang?, ucapku dalam hati. Sosok seram itu melayang dihadapanku tapi, dia tak menunjukkan mata merahnya juga gigi taringnya itu. Susah payah aku menelan ludahku yang seperti membatu dalam mulutku. Ingin sekali rasanya berteriak kencang meminta bantuan tapi, bibirku sangat kelu dan tertutup rapat. Sosok yang melayang itu semakin dekat dan semakin dekat. Aku ketakutan danmenutup mataku rapat-rapat. Keringat dingin meluncur deras dipelipisku. Tapi,tiba-tiba ada angin yang berhembus kencang dan saat kubuka mata sosok seram tadi hilang seketika. Aku yang masih shock dengan kejadian ini masih ngos-ngosan. Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku. “gwenchanayo .. sedang apa kau? Bukankah sebentar lagi kelas dimulai?kau tak masuk, tanyanya santai sambil tersenyum”. “nan ggweennchana… Hhhh, jawabku seraya menghela napas cepat”. “kajja kita masuk ke .., ucapku terputus saat aku menoleh kebelakang tapi tak ada siapapun”. Aku yang mulai panik berlari kencang tanpa menoleh kebelang menuju kelas. Takterasa pelajaranpun telah usai dan aku cepat-cepat pulang dan berlari menuju halte bis karena hari mulai sore.
Kim Yong Hee pov end
Luhan pov
Aku merasa ada perasaan tak enak dan saat aku memikirkan itu, aku mulai sadar yeojaku dalam bahaya. Maka, kuputuskan untuk pergi ke sekolahnya. Bagaimana aku biasa tau dimana sekolahnya?. Tentu saja, bukankah aku bukan manusia biasa?. Setengah vampire setengah manusia. Dengan kekuatan telephaty ku aku bisa mengetahui sesuatu yang pernah kulihat dan menggerakkan benda tanpa menyentuhnya, hebat bukan ?. Saat aku tau dimana posisinya aku langsung terbang secepat kilat menuju tempat yang kutuju sekarang. Dalam gambaranku, sekilas kulihat yeojaku ada dalam koridor dan berjalan sendirian. Saat aku sampai disana, aku melihat sosok hitam berkelebat akan mengganggunya. Tak berpikir dua kai aku langsung menerjangnya. Dia mengeram marah dan pergi menghilang bagaikan angin. Aku yang masih tau keadaan yeojaku berusaha membuatnya tenang. Kulihat dia masih memejamkan mata karena ketakutan. “Saat ketakutanpun dia terlihat yeoppo,gumamku dalam hati menarik seulas senyum tipis”. Kucoba menenangkannya dengan menepuk pundakknya pelan dan berkata, “gwenchanayo .. sedang apa kau? Bukankah sebentar lagi kelas dimulai?kau tak masuk, tanyaku santai sambil tersenyum” . kulihat dia masih shockdan ketakutan tapi, menjawab pertanyaanku “nan ggweennchana… Hhhh, jawabnya seraya menghela napas cepat”. Setelah kulihat dia lebih rileks aku langsung pergi tanpa berucap apapun. Meninggalkannya sendiri agar cepat masuk kelas. Dan pertanyaan yang bergejolak pada diriku, siapakah makhluk itu?. Apa yang diincarnya dari yeojaku?. Aku sungguh kesal dibuatnya. Aku sampai dirumah tapi, lebih suka bertengger di jendelaku sambil menerawang jauh siapa sosok itu?. Akupun berdiri dan terlonjak kaget. “ASTAGA… SEHUN! Hrrhrr ggh..awas kau! Apa maumu!, geramku marah saat aku mengetahui siapa yang mengganggu yeojaku”. “sial dia sudah menutup penglihatanku !, geramku lagi bertambah marah”.
Luhan pov end
Sehun pov
Aku mengeram kesal saat luhan menggangguku tadi. Aku benar-benar marah dibuatnya. Tanpaaku sadari aku tak membuat perisai untuk menagkal siapapun tak mengetahui aku dan keberadaanku. Aku yang sadar langsung membuat perisai dan berpindah dari tempat ini dan menghapus jejakku agar takbisa diendus olehnya. #lagunyapeterpanMENGHAPUSJEJAKMU #iklanreaders XD Hhe *lanjoott*
Aku hanya menyeringai penuh kemenangan dan terbang bagaikanangin menuju suatu tempat. “Kurasa ini saatnya, ucapku menyeringai”.
Apa maksud peristiwa rentetan yang dialami oleh luhan ? adakah kaitannya dengan sehun ? Dan siapakah sehun ? Mengapa dia mengganggu Yong Hee? Apakah sehunlah sosok menyeramkan dalammimpi Yong Hee ? Mengapa luhan marah pada sehun? Apakah dia mengenal sehun ? sebenarnya apa yang diinginkan sehun dan kemanakah ia pergi ? Rencana apa yang telah disusunnya?
Tunggu kelanjutannya di episode selanjutnya