Fanfiction REN NUEST CHAPTERED


She’s who I hated but I loved

Tittle : She’s who I hated but I loved
Author : Park Seara aka min BaekRa kiyo , Yesty Ady on fb
Supporting role by : Lee Gyn Ren ,Brian Kim on fb
Genre : Friendship, school life, romance, comedy, happy ending
Rating : NC – 17
Cast : Aron Nu’est , Lee Gyn Ren, Park Seara as author or you, Bang Min Ah
Length : Chaptered

Annyeong mimin or author cambek bawa epep baru epep ini termasuk epep request hehe
Mian kalo ada yang request epep tapi belom dishare hape mimin error dan banyak nomor membsdeul yang kehapus *curcol DON’T FORGET RCL IF YOU DON’T LIKE MY FF DON’T TRY TO REAND AND BASH Read Comment Like yang banyak eoh chagi membsdeul gomawo ;*
Oke daripada ribet rempong banyak cingcong lebih baik CEKIDOT ^^

Happy Reading

Author pov
Banyak remaja korea yang ingin menjadi artis tapi, tak semua dari mereka bisa masuk bahkan bisa lolos dengan semudah itu. Semua orang memiliki mimpi dan terkadang mimpi itu tak bisa terwujud karena mereka berpikir sudah kalah dari awal. Tapi, ada juga yang tetap maju dan melanjutkan menggapai mimpinya meski harus melewati berbagai rintangan. Terkadang ada perasaan kecewa, sedih, putus asa dan lelah akan apa yang telah mereka lalukan. Bisakah ke empat remaja ini melewatinya ? Empat remaja yang memiliki mimpi berbeda akan dipertemukan dalam satu situasi panas yang mengharuskan mereka bersaing demi menggapai mimpi.
Author pov end

Lee Gyn Ren pov
Aku bermimpi menjadi seorang penyanyi terkenal yang sangat di sukai banyak kalangan. Bagaikan mimpi aku dikelilingi oleh ribuan fans saat menggelar sebuah konser yang megah. Tak hanya itu, konser itu juga dihadiri oleh beberapa artis dari agensi ternama seperti, BIG BANG, 2NE1, WONDER GIRLS, PSY, SUJU, SNSD, EXO, B2ST, 4MINUTE, SISTAR dan masih banyak lagi. Saat aku akan duet dengan Ren Nu’est ada suara memekakan telinga yang mengganggu konserku. Seperti suara alarm, mungkin ada kebarakaran. Reflek aku langsung berteriak dan menutup telingaku. “kkrriiiinnnggg !, alarm berbunyi dengan kerasnya”.
“aaaarrrgghhh… kebakaraaaannnnn !”, triakku keras. Aku yang kaget langsung berlari turun dari panggung tapi, tiba-tiba saja “BRUGH!”, aku terjatuh tersandung tangga saat menuruni panggung.
Tubuhku terasa remuk dan saat aku membuka mata ternyata, itu semua hanya mimpi belaka.
“arrghh! Appoyo! aigoo.. ottokhe ? hanya mimpi hufft, triakku sebal sambil mengacak rambutku kasar”
Jam beker yang masih berdering langsung kulempar dengan kasarnya ke tempat sampah. Aku masih merasakan tubuhku yang remuk karena terjatuh dari ranjangku. Ku usap kasar punggungku yang terasa remuk. Terdengar suara ricuh dari luar kamarku yang terus menggedor pintu kamarku, “DOOKKK DDOK DDOKK !”.
“ Ren gwencahanayo !, triak seorang yeoja yang sangat kukenal”
“ne nan gwenchana, triakku datar”
“oppa buka pintunya, triaknya sambil terus menggedor pintu kamarku”
“haisshh ne ne tunggu sebentar , akupun beranjak bangun dan membuka pintu”
Kulihat wajah yeoja kyeopta yang terlihat khawatir dan aku hanya tersenyum kepadanya.
“oppa waeyo kok triak-triak ? kan aku takut kalau terjadi apa-apa padamu, ucapnya khawatir”
“nan gwenchanayo saeng haiss kau bawel sekali eoh, ucapku sambil mencubit pipi tembemnya”
“yakkk appo oppa, ucapnya manja sambil menggembungkan pipinya”
“haissh… kau manja sekali eoh, ucapku sambil mencium pipinya”
Sebenarnya, dia terlihat sangat kiyo dan aku menyukainya saat dia bermanja-manja padaku. Aku sangat menyayanginya meski dia hanya teman masa kecilku. Aku memeluknya lembut dan mengatakan kalau aku baik-baik saja. Kami tinggal serumah tapi, tak pernah melakukan apapun. Hanya memeluk dan menciumnya saja. aku menggangapnya sebagai yeodongsaeng ku yang paling kusayangi. Meski kami hidup serba terbatas tapi, tak membuat kami kehilangan kehangatan. Kami saling mendukung satu sama lain. Aku merasa tak sendiri karena saeng tersayangku ini selalu menemaniku. aku melepas pelukanku dan mengacak rambutnya pelan. Aku berjalan kekamar mandi dan tak berapa lama aku keluar untuk melakukan segala aktivitas sebagai seorang mahasiswa. Aku kuliah di seoul university, salah satu universitas ternama di korsel yang banyak di gandrungi calon mahasiswa yang ingin masuk. Kecerdasanku membawaku masuk dengan mudahnya. Tak hanya itu, aku mendapat beasiswa penuh selama 4 tahun kuliah disini. Sungguh bangga bukan. Jika orang tuaku masih hidup mereka pasti bangga padaku. Tapi, sayang mereka telah tiada karena sebuah kecelakaan saat aku kecil. Kecelakaan itu merenggut nyawa kedua orang tuaku dan orang tua min ah saengku. Saat itu, kami masih kecil dan akan melakukan perjalanan berlibur selama beberapa hari dipulau jeju. Tapi, tiba-tiba saja terjadi tabrakan. Aku tak dapat menggingatnya dengan jelas karena saat itu aku dan min ah sedang bercanda di mobil. 10 tahun adalah waktu yang cukup lama dan sulit untuk melupakan kejadian menyakitkan dalam hidupku. Aku mencoba menjadi namja yang tegar dan tidak cengeng di depan min ah. Aku berjanji akan menjaga min ah karena aku sudah menggangapnya sebagai yeodongsaengkuyang paling kiyo. Aku berjalan menyusuri jalan di kampusku. Raut wajahku terlihat sedih dan datar. Aku berjalan ke taman kampus untuk menghilangkan penatku. Duduk di rerumputan sambil mendengarkan musik favoritku. Aku merasa sakit dibagian belakang kepalaku. Kurasakan seperti ada yang melempar sesuatu.
“YAKK ! APPOOO ! siapa yang melempar kaleng ini hah !, aku langsung berdiri dan menoleh kebelakang sambil memegang kaleng minuman ini di tangan kiriku”
Aku melihat seorang yeoja berlari ke arahku.
“mii..mii..mianhamnida sunbae aku tidak sengaja, ucapnya ketakutan”
“ohh.. jadi kau mahasiswa baru dan braninya kau melempar kaleng minuman ini sembarangan hah ! jika terjadi sesuatu padaku apa kau akan bertanggung jawab hah !, bentakku kesal padanya”
“ak..akuu sungguh tidak sengaja sunbae ak..kuu tadi sedang sebal ja..ja..jadi aku melempar kaleng itu untuk menghilangkan kesalku, tuturnya panjang lebar dan sedikit ketakutan”
“apa urusannya denganku hah ! mau kau kesal kek , apa kek itu bukan urusanku ! kalau sampai kaleng ini mengenai seseorang kau pasti akan kiamat ! DASAR PABBO !, cercaku kasar sambil menjitak dahinya kasar”
“YAAA ! APPOYO ! aku kan sudah minta maaf padamu sunbae tak seharusnya kau berlaku kasar padaku ! kau tau kau namja psycho yang pernah kukenal ! , triaknya kasar sambil menendang kaki kiriku keras” dia berlari melarikan diri dan yang kutau larinya benar-benar kencang seperti kijang saja.
“ouch ! yaa ! appo ! hey kau awas saja ya ! kau akan kubuat menyesal karena berbuat tidak sopan pada sunbaemu ! awas kau ya !, triakku kesal sambil memegangi kakiku”
Lee Gyn Ren pov end

Author pov
Ren terlihat kesakitan dibagian kaki kiri dan belakang kepalanya. Dia sedikit berjalan tertatih-tatih. Dia melihat kearah halaman kampus, terlihat kegiatan setiap tahun yang wajib dilakukan para sunbae pada hoobaenya. Mereka sedang ospek. Ren tidak terlalu suka mengikuti organisasi dikampus. Dia hanya mengikuti ekskul menyanyi dan bermain piano saja. hobi dan bakatnya dalam musik membuat keinginan besarnya menjadi seorang musisi yang hebat nantinya. Senyuman terlihat jelas diwajahnya saat melihat beberapa hoobae dikerjai teman-temannya. Sebuah suara menghentikan aksi menontonnya.
“Ren kemarilah sebentar !, teriak seorang namja sambil melambaikan tangannya”
“kajja ppalli ren !, triaknya lagi”
“ne tunggu sebentar, ucap ren berjalan kearah sobatnya itu”
“waeyo aron ? kenapa kau selalu menggangguku eoh, ucap ren menggoda aron”
“haish.. kau ini pabbo apa gimana sih ? kau tau ada hoobae yeoppo tau ? dia dari kirin art high school loh ? dia yeoppo dan seorang lead dancer ?, ucapny bercerita pada ren”
“yeoja , yeoja dan yeoja saja yang ada dipikiranmu, ucap ren datar sambil menjitak dahi aron kasar”
“urus kuliahmu yang berantakan ini eoh , tugas-tugas kuliahmu jangan aku terus yang selalu mengerjakannya untukmu dasar menyebalkan !, ucap ren kesal pada sobatnya itu”
“yakk appo ren hehe, sambil mengelus kepalanya dan menunjukkan deretan gigi putihnya”
“bukankah kau sahabatkujadi kau harus membantu sahabatmu ini dan membagi sedikit kecerdasanmu padaku. Lagian apa kau tak bosan terus menerus hanya melihat lembaran buku, mendengarkan musik dan menjaga saengmu saja ?. jangan-jangan ka..kau homo eoh !, ucapn aron panjang lebar membelalakan matanya dengan polosnya”
“MWOYA ! yak aku tidak homo pabbo ! dan tidak ada yeoja yang bisa menarik perhatianku sampai saat ini ! dan kau tau aku yang mengerjakan semua tugas-tugasmu ! membantu ? kau kujelaskan panjang lebar saja masih tak mengerti ? kau tau hutang-hutangmu banyak padaku dasar PLAYBOY JELEK !, cerca ren sebal pada sahabatnya”
“haiishh.. sudahlah jangan dibahas lagi, kau tau yeoja yang kumaksud tadi, ucap aron mengalihkan pembicaraan”
“aniyo gak penting, balas ren datar”
“haisshh..lihatlah yeoja yang memakai blazer pink yang senada dengan sepatunya itu, dia yang berdiri didepan ujung kanan , tunjuk aron panjang lebar”
Saat ren melihat kearah yang di intruksikan oleh aron matanya langsung membelalak kaget. Dia melihat yeoja yang melempar kerikil dan membuatnya ill feel untuk pertemuan pertamanya.
“MWOYA ? , tunjuk ren kaget dan membelalakkan matanya”
“kau kenapa ren ? yeoppo kan ?, ucap aron senyum-senyum”
“MWO ? YEOPPO ? YEOJA SARAP YANG TAK PUNYA ETIKA ITU KAU BILANG YEOPPO, HAH ? KAU MINUS BERAPA ? DIA SEPERTI SERIGALA BERBULU DOMBA PABBO, cerca ren kesal pada yeoja itu”
“m-mwoya ? k-kau kenapa ren ? kenapa kau marah-marah eoh ?, Tanya aron kaget melihat reaksi sahabatnya”
“sudahlah lupakan saja, ucap ren datar berlalu pergi”
“heyy ren kau kenapa hah? Apa kau kesal karena aku selalu menyuruhmu mengerjakan tugasku hah ? apa kau sedang datang bulan ren ?, triak aron bingung”
Tak ada jawaban dari ren. Ren berjalan menjauhi tempat yang dibencinya saat melihat wajah yeoja yang membuatnya ill feel untuk pertama kali dalam hidupnya. Ren menuju ruang musik dan memainkan tuts piano dengan lincahnya tanpa ada yang mengganggu. Ini salah satu kebiasaan ren untuk menghilangkan bad moodnya. Ren adalah sosok namja yang terlalu cuek dengan yeoja tak ada yeoja yang bisa menarik hatinya. Ini adalah kali pertamanya ada seorang yeoja yang membuatnya ill feel pada pertemuan pertamanya. Ren sangat tidak suka di ganggu oleh siapapun terutama yeoja apalagi, saat ren sedang menyendiri. Mungkin akan terjadi hal buruk pada yeoja itu. Entahlah, apa yang akan dilakukan ren selanjutnya. Balas dendam atau melupakan begitu saja. Ren memang terlihat dingin tapi, dia bukan namja yang mudah melupakan hal buruk yang dilakukan orang lain padanya. Terkadang, ren membiarkannya dan berpura-pura hal itu tak terjadi padanya. Tapi, rasa kesal masih menyelimuti hatinya yang tengah menarikan jari-jarinya di tuts piano. Aron bingung dengan tingkah sahabatnya itu. Meski dia sekesal apapun pada kelakukan aron yang selalu menyusahkan ren tapi, ren tak pernah semarah ini padanya. Soal yeoja , ren juga tak pernah kesal pada yeoja bahkan dia terkenal dingin pada semua yeoja yang ada dikampus. Aron berpikir ren sudah mengenal yeoja itu dan memiliki masalah dengannya sampai ren membenci yeoja itu. Ini kali pertama dalam hidup aron melihat sahabatnya membenci pada orang lain dan itu membuatnya sedikit kaget. Aron masih berkutat dengan pikiran-pikiran tentang sahabatnya dan yeoja itu. Tapi, aron merasa bahagia kalau mereka musuhan berarti tak ada saingan untuk mendapatkan hati yeoja yang ia sukai.

Apakah yang akan dilakukan ren pada yeoja itu ? siapakah yeoja itu ? bisakah aron mendapatkan hati yeoja yang di cintainya ? kita lihat saja kelanjutannya RCL yang banyak eoh